Kamis, 30 Juni 2011

Perdagangan Indonesia-Maroko dari Tujuan Penyebaran Islam hingga Hubungan Diplomatis

Kerjasama antar-bangsa di dunia dapat dilatarbelakangi oleh banyak faktor, seperti halnya kerjasama yang dilakukan dalam bidang perdagangan. Salah satu faktor dilakukannya kerjasama perdagangan antar-bangsa yaitu karena keterbatasan sumber daya dari suatu negara untuk mencukupi kebutuhan masyarakatnya, misalnya kebutuhan untuk perindustrian, negara tersebut dapat dikatakan maju dan mampu secara menyeluruh memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Namun dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan/pertanian, negara tersebut memiliki kesulitan untuk memenuhi kebutuhan masyaraktnya, karena letak geografis atau pengetahuan yang terbatas. Sehingga, negara tersebut harus melakukan pertukaran/kerjasama yang menguntungkan dengan negara lain guna memenuhi kebutuhannya masyarakatnya dengan cara yang paling efesien dan efektif yaitu kerjasama/hubungan bilateral yang dapat memperkuat perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat masing-masing negara.
Bagaimana hubungan kerjasama dalam hal perdagangan yang dilakukan Maroko dan Indonesia guna memperkuat masing-masing negara dalam hal perekonomian dan meningkatkan kesejateraan masyarakatnya? dengan hubungan bilateral Indonesia dan Maroko yang sudah terjalin baik dalam berbagai bidang, tidak hanya perdagangan, melainkan dalam bidang politik, kebudayaan, dan perekonomian dengan berbagai persamaan yang ada diantara kedua bangsa ini.
Latar belakang sejarah dan budaya sebagai sesama negara Muslim dan minat yang tinggi dari pengusaha Maroko atas produk-produk Indonesia dapat menjadi salah satu pelicin dilakukannya kerjasama perdagangan melalui kegiatan ekspor dan impor. Di bidang ekonomi, secara umum Maroko memiliki produk atau sektor unggulannya yaitu fosfat dan produk-produk pertanian. Dan Indonesia memiliki keunggulan produk-produk handmade ( kerajinan dan pembuatan furniture ) untuk Kawasan Maghribi adalah pasar yang cukup potensial bagi komoditi ekspor Indonesia atas barang-barang tersebut bahkan menjadi komoditi yang dinantikan.
Agama Islam dikenalkan melalui perdagangan dimana menjadi awal hubungan perdagangan Indonesia dan Maroko tempo dulu. Sehingga agama dan kebudayaan Islam di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Oleh sebab itu dikenal bahwa kedua negara merupakan mayoritas pemeluk islam saat ini. Sejak zaman dulu telah dikenal pelayaran dan perdagangan antar bangsa selain untuk menyebarkan agama Islam. Kondisi ini membuat pedagang-pedagang dari berbagai negara saling berinteraksi. Hal ini juga menjadi faktor berkembangnya kerajaan-kerajaan islam di indonesia melalui kegiatan perdagangan. Salah satunya kerajaan samudera pasai yang sumber mengenai keberadaannya ditulis oleh Ibnu Batutah seorang petualang dari Maroko. Ini membuktikan bahwa Maroko-Indonesia sudah melakukan perdagangan sejak dulu dengan penyebaran agamanya yang menambah persamaan diantara kedua negara ini. Walaupun hubungan bilateral dan kerjasama perdagangan belum dimulai secara politis oleh kedua negara.
Hubungan bilateral Indonesia dan Maroko terus berkembang hingga Saat ini. Dan sektor pertanian menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Maroko, dengan adanya kerjasama bilateral, hal ini dapat dimanfaatkan bagi Indonesia untuk melakukan riset dan penelitian mengingat Indonesia-pun pernah menjadi negara pengekspor hasil pertanian terbesar di kawasan Asia. Namun dengan berubah kondisi masyarakat hingga membuat sektor pertanian tak lagi menjadi komoditi unggulan Indonesia. Sehingga sangat bermanfaat apabila Indonesia dan Maroko saling bertukar informasi dalam bidang ini.
Hal ini telah dilaksanakan pemerintah dengan adanya Tim Pertukaran Ilmiah Badan Litbang Pertanian yang telah mengadakan kunjungan ke INRA (Intitute National de la Recherce Agronomique) Maroko untuk mengidentifikasi bidang penelitian pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bentuk kerja sama antarinstitusi Indonesia dan Maroko sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia ke negara tersebut. Penelitian pertanian tersebut difokuskan antara lain meningkatkan ketahanan pangan, water management atau efisiensi penggunaan air, pengembangan varietas tanaman gandum, yang difokuskan pada peningkatan ketahanan tanaman gandum terhadap kekeringan.
Dalam memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Maroko, dijelaskan bahwa Indonesia dan Maroko juga melakukan kerjasama dalam bidang ekonomi khususnya dalam hal penjualan pupuk fosfat dari perusahaan pupuk milik negara, Gresik, dan perusahaan pupuk milik Maroko selama tiga tahun. Sampai saat ini, volume kerjasama ekonomi kedua negara tetap surplus dengan total angka sebesar 110 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan 1 koma 1 triliun rupiah.
Data neraca perdagangan kedua negara selalu surplus untuk Indonesia, dan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai misal, pada tahun 2005, nilai perdagangan RI-Maroko tercatat mencapai angka US$76,28 juta. Dari jumlah tersebut, impor RI adalah sebesar US$25,20 juta). Angka di tahun 2005 ini menunjukkan peningkatan 26% dibanding tahun 2004 yang baru mencapai angka US$60,54 juta.
Dikatakan bahwa produk-produk Indonesia seperti makanan, minuman, kopi, rempah-rempah, kerajinan kaca, minyak kelapa sawit, tekstil, TV, radio, kayu, kertas, ban mobil, karton, plastik, furniture, benang, karet, kabel listrik dan tembakau, sangat disukai oleh masyarakat Maroko. Dengan demikian, kedua negara sangat potensial untuk menjalin kerja- sama ekspor impor secara lebih insentif. PM Driss Jettou juga mengemukakan pentingnya Indonesia memanfaatkan posisi strategis negaranya yang secara geografis dekat dengan Eropa dan telah melakukan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa serta dengan negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Turki, Jordania, Tunisia, Mesir, dan Uni Emirat Arab. Menurutnya, Indonesia dapat menjadikan Maroko sebagai batu loncatan bagi pemasaran produk-produk Indonesia ke negara-negara tersebut. Adapun dari maroko, Indonesia mengimpor produk pospat dan asam pospat.
Walaupun belum besar secara angka, produk-produk Indonesia yang telah berjaya masuk ke pasar Maroko dapat dikategorikan dalam 5 (lima) kelompok yaitu produk makanan dan minuman, produk mentah hewani/nabati, produk jadi peralatan industri, produk jadi siap pakai (konsumsi) dan produk setengah jadi
Untuk produk makanan dan minuman, kopi menduduki peringkat teratas dengan nilai US$7,42 juta. Urutan kedua adalah rempah-rempah dengan nilai US$592 ribu. Untuk produk mentah hewani/nabati, produk minyak sawit mentah menduduki peringkat pertama dengan nilai US$7,75 juta, diikuti minyak sawit olahan dengan total US$1,08 juta.
Untuk produk jadi peralatan industri, perangkat mesin otomotif dan perlengkapannya mendominasi dengan angka US$4,69 juta. Peringkat selanjutnya ditempati oleh ban mobil dan pipa untuk industri mobil yang mencapai angka US$309 ribu.
Sementara itu produk konsumsi dipuncaki oleh perangkat radio dan TV yang mencapai angka US$5,86 juta. Setelah itu, kain sintetis dan serat buatan dengan angka US$1,83 juta. Adapun untuk produk setengah jadi, bahan pewarna kimia menduduki peringkat atas dengan angka US$850 ribu.
Hingga tahun 2004, Indonesia merupakan mitra dagang utama Maroko di Asia Tenggara, yaitu RI berada di urutan 35, diatas Thailand (39), Malaysia (42), Singapura (64), Philipina (69), dan Brunei Darrusalam (130). Dengan kehadiran Indonesia di Maroko yang telah melewati 4 dekade tersebut, tidaklah aneh jika banyak produk Indonesia yang telah dikenal secara luas oleh masyarakat negara ini. Sekarang, tinggal bagaimana dunia usaha kita menangkap peluang yang telah terpampang di depan mata itu, sehingga produk-produk Indonesia dapat lebih banyak lagi masuk di Maroko, yang pada gilirannya akan meningkatkan devisa negara.
Namun, saat ini Pemerintah menilai perdagangan antara Indonesia dengan Maroko masih kecil, yakni kurang dari USS 90 juta dengan pertumbuhan sekitar 20-25%. Karena itu, di masa yang akan datang diharapkan perdagangan kedua negara bisa ditingkatkan. Harapan itu diungkapkan Presiden SBY setelah kedua pemimpin negara itu yakni Presiden Yudhoyono dengan Perdana Menteri Maroko Abbas El Fassi melakukan pertemuan dalam menjajaki hubungan bilateral antarnegara. Selain membicarakan pengembangan bidang perdagangan, keduanya juga sepakat memajukan World Islamic Economic Forum (WIEF). Sebab dalam WIEF, bisa memajukan umat Islam dalam meningkatkan kerja sama antara komunitas-komunitas Islam dan juga untuk membangun jembatan antara dunia Islam dan dunia non-Islam yang sekarang ini terus diwarnai globalisasi.

Minggu, 26 Juni 2011

Bilateral Guru dan Murid Negara khatulistiwa dan Maghribi

Hubungan kerjasama antar bangsa saat ini menjadi hal yang wajib untuk dijalani, banyak faktor yang melatarbelakangi alasan dilakukannya kerjasama tersebut. Adakah bangsa yang secara real mampu berdiri sendiri tanpa adanya bantuan atau hubungan kerjasama dengan negara lain ? sepertinya itu sudah menjadi hal yang tak mungkin, bahkan sejarah membuktikan ketika era perang dingin, suatu periode dimana dua blok yaitu Amerika dengan liberalismenya dan Uni Soviet dengan komunismenya bersitegang. Hal ini berdampak pada sikap kedua blok terhadap negara-negara lain yang berideologi berbeda. Salah satu contohnya adalah hubungan antara Amerika Serikat dengan RRC (Republik Rakyat Cina) yang tidak harmonis semenjak RRC menganut ideologi komunis. Sehingga tidak ada hubungan diplomatis yang terjalin antar kedua negara bahkan sikap anti terhadap masing-masing negara. Namun akhirnya, Cina sebagai negara yang tidak memiliki hubungan baik dengan AS maupun Uni Soviet akhirnya memutuskan untuk membuka diri terhadap AS walaupun AS memiliki ideologi yang berbeda. Karena dianggap lebih menguntungkan dalam beberapa hal bagi negaranya. Ini menjadi salah satu bukti bahwa tidak ada negara manapun yang mampu berdiri tanpa ada hubungan diplomasi yang harmonis walaupun negara tersebut dapat dikatakan suatu negara besar dan berpengaruh di dunia.
Hubungan bilateral yang harmonis itulah yang ingin diwujudkan Kerajaan Maroko dengan Republik Indonesia yang selama ini secara politis sudah terjalin dengan baik, tidak hanya di bidang politik, melainkan juga di bidang ekonomi, perdagangan, dan kebudayaan. Hubungan persahabatan Indonesia-Maroko sudah berlangsung selama 51 tahun. Indonesia memulai kerjasama diplomatik dengan Maroko pada tanggal 19 April 1960. Berbagai bidang kerja sama yang dilakukan Indonesia – Maroko salah satunya dilatarbelakangi karena kesamaan latar belakang kultur diantara kedua negara.
Hubungan baik Indonesia dan kerajaan Maroko sudah terlihat saat Indonesia memberikan dukungan moril bagi kemerdekaan Maroko 5O tahun silam. Dan untuk mengenang jasa Indonesia itu Pemerintah Maroko telah mengabadikan nama mantan Presiden RI (Soekarno) dan dua kota penting di Indonesia (Bandung dan Jakarta) menjadi nama jalan utama di jantung ibukota Rabat. Seperti halnya di Maroko, di Indonesia pun nama Casablanca (kota industri dan perdagangan Maroko) telah dijadikan nama salah satu jalan protokol di jantung ibukota Jakarta.
Langkah awal terjalinnya hubungan bilateral Indonesia dan Maroko saat diadakannya Konferensi Asia Afrika di Bandung, Indonesia tahun 1955. Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945, tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan. Timbulnya pergolakan di dunia disebabkan pula masih adanya penjajahan di bumi kita ini, terutama di belahan Asia dan Afrika. Memang sebelum tahun 1945, pada umumnya dunia Asia dan Afrika merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. Tetapi sejak tahun 1945, banyak di daerah Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair, Tunisia, dan Maroko di wilayah Afrika Utara; Vietnam di Indo Cina; dan di ujung selatan Afrika. Beberapa negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat , India dan Pakistan terpaksa mengungsi, karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang di Bantu oleh Amerika Serikat. Sehingga diadakanlah Konferensi Asia Afrika dimana Indonesia dan Maroko menjadi peserta konferensi tersebut. Salah satu tujuan konferensi tersebut adalah untuk memajukan goodwill (kehendak yang luhur) dan kerjasama antar bangsa-bangsa Asia dan Afrika , untuk menjelajah serta memajukan kepentingan-kepentingan mereka , baik yang silih ganti maupun yang bersama, serta untuk menciptakan dan memajukan persahabatan serta perhubungan sebagai tetangga baik.
Hingga saat ini, hubungan bilateral Indonesia dan Maroko tetap berjalan harmonis, banyak kerjasama yanga telah dilakukan oleh kedua negara dalam berbagai bidang. Secara khusus, dalam pidato resmi Wakil Menteri Luar Negeri Maroko Latifa Akharbach dalam acara peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Maroko di KBRI Rabat, menyatakan bahwa Maroko tetap akan belajar kepada Indonesia tentang Islam dan demokrasi. Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama islam, dianggap negara kaya yang sangat demokratis dan bisa menerima kemajemukan. Walaupun sebenarnya Indonesia masih harus belajar dalam hal proses demokrasi untuk menerima sebuah realitas. Begitu juga Maroko, negara yang jumlah penduduknya hampir 98 % pemeluk agama Islam. Sudah menjadi wacana global yang masih menuding terorisme datang dari kelompok Islam. Bagaimana Indonesia dan Maroko sebagai negara yang mayoritasnya pemeluk agama islam menghadapi opini global ini dalam suatu kerjasama? Oleh karena itu, bidang pertahanan menjadi salah satu hal menarik dalam hubungan bilateral Indonesia dan Maroko saat ini. Terlebih bila dihubungkan dengan kegiatan terorisme dan islam, dimana dikedua negara ini memang sering terjadi aksi terorisme.
Konflik intern yang berkaitan dengan Sahara Barat di Maroko seringkali memunculkan teror-teror kepada Pemerintahan Maroko. Namun, hingga saat ini kondisi Maroko dari sisi keamanan sangat kondusif. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk belajar bagaimana menghadapi keadaan seperti ini. Pemerintah Maroko mempersilakan Indonesia untuk mengikuti informasi yang ada melalui Pihak KBRI Maroko yang selalu memonitor terhadap perkembangan yang terjadi di lapangan. Sikap-sikap pemerintahan Maroko juga diinformasikan, sehingga tidak kehilangan kesempatan dan kecolongan.
Pihak Maroko sendiri sudah bertekad untuk belajar kepada Indonesia, yakni menyelesaikan Sahara seperti penyelesaian Aceh menjadi daerah otonomi khusus. Selanjutnya, proses politiknya akan diserahkan kepada PBB. Indonesia sendiri mendukung proses ini.
Dalam hal penangkapan teroris-pun kedua negara ini dapat saling belajar dan bertukar informasi karena dapat dikatakan bahwa Indonesia dan Maroko cukup sukses dalam menyelesaikan permasalahan ini, dibuktikan dengan kesuksesan Maroko dalam penangkapan 3 pelaku bom marrakesh, penangkapan 27 orang yang diduga rancang serangan teror dimana masih berhubungan dengan anggota jaringan al-qaeda, keberhasilan pemerintah Maroko membongkar jaringan teroris yang rencanakan serangan, dan kasus-kasus terorisme lainnya. Pemerintah Indonesia-pun berhasil menangkap pelaku bom Bali, keberhasilan besar Pemerintah Indonesia dalam menangkap lebih dari 440 orang dan menghukum lebih dari 200 orang yang terlibat dalam kasus terorisme, dan kasus-kasus terorisme lainnya.
Di masa yang akan datang, hubungan bilateral yang telah dijalin Indonesia dan Maroko diharapkan dapat terus berjalan baik dan dapat bekerjasama lebih banyak lagi dalam berbagai bidang guna meningkatkan kesejahteraan kedua negara. Atas hubungan bilateral Indonesia dan Maroko ini wajar apabila kedua negara mempunyai cita-cita besar, bahwa melalui poros Indonesia-Maroko, akan mulai dibangun jembatan peradaban untuk membangkitkan kembali zaman keemasan peradaban Islam tanpa adanya lagi anggapan bahwa islam sebagai sumber teroris. Dan untuk menghadapi segala permasalahan dalam bidang pertahanan dan keamanan diharapkan adanya Kerjasama militer Indonesia-Maroko yang masih perlu dibangun. Karena posisi Indonesia di mata Maroko, seperti guru dengan murid dimana hubungan Indonesia-Maroko sudah terbangun sejak abad ke VI.

Rabu, 16 Maret 2011

Hanya Nasehat Untuk Diri Sendiri

Kalau kita berpikir tak ada keberuntungan hadir dalam hidup kita, sementara orang-orang disekitar kita rasanya seperti dilingkupi keberuntungan dalam menjalani kehidupan mereka. Sebenarnya pemikiran itu salah, kita memiliki kapasitas sendiri dengan apa yang kita dapatkan, cobalah ingat apa yang tidak mereka miliki tapi kita mampu memilikinya, bukan hanya dilihat dari sisi materi, tapi hal lain yang jauh lebih berarti dari itu.
Kalau memang hati kita diliputi rasa iri ,hal itu wajar, tapi berperasaan positif lah, mungkin tuhan akan memberikan yang jauh lebih baik dari apa yang mereka dapatkan, hanya saja kita perlu bersabar untuk mendapatkannya, seperti yang pernah aku baca dalam sebuah buku “quantum ikhlas “, yang mengajarkan untuk selalu positive feeling bukan positive thinking, karena dengan berperasaan positif tanpa kita sadari, kuanta dalam diri kita menarik hal tersebut yang kemudian akan menjadi suatu hal nyata yang hadir dalam kehidupan kita.
Jangan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu sama seperti orang lain,hanya karena kita meyakini dia jauh lebih hebat dari kita. percayalah pada diri kita bahwa kita memilki potensi sendiri yang tak sama dengan yang lain. Setelah kita bisa menikmati keyakinan itu, jangan lupa untuk memohon, dan bisikan dalam hatimu..”jangan sedih, lakukan saja apa yang terbaik yang bisa kita lakukan, jangan menyalahkan keadaan, karena Allah tau apa yang terbaik untukmu, apa yang kamu pikirkan baik, belum tentu baik bagiNya, apa yang kamu pandang buruk, belum tentu buruk bagiNya,..Ya Allah, kalau aku punya segala kesempurnaan yang engkau anugerahkan untukku, maka bantulah aku untuk memaksimalkannya, dan ingatkan aku untuk selalu bersyukur.”
Hal tersebut terpikir saat bersama teman-teman, singkat cerita...
15 maret 2011
Jam menunjukkan pukul 8 malam, aku terdiam di kamar kostku,baru saja selesai melaksanakan salat isya,kubuka mukena dan menoleh ke arah tempat tidur, buku manajemen keuangan dan catatan menanti di tempat tidur, seakan memanggil untuk segera dibaca, memang rencananya seusai salat aku akan belajar manajemen keuangan karena keesokan harinya akan diadakan quiz, suasana malam saat itu sepi, karena sebagian temanku tidak ditempat. Baru saja aku sentuh buku karangan arthur keown tersebut, tiba-tiba terdengar suara yang memanggilku, cukup lantang “ ven, naik keatas...!!”, aku kenal jelas siapa pemilik suara itu, Bila.langsung saja aku menyahut panggilannya, “ iya Bil,bentar aku keatas, kunci pintu dulu..”
Buku karangan keown itu kuletakkan kembali diatas tempat tidur, seperti tak ada artinya kalau dibandingkan dengan ajakan temanku, bergegas aku naik ke atas, karena kebetulan kamarku ada dilantai bawah. Disana sudah ada Nana, Thoem, dan Bila, dia menyodorkan spagetti, salah satu makanan kesukaanku, Bila bercerita tentang kebahagiannya hari itu kepada kami, ternyata spagetti yang ia sodorkan kepada kami adalah buatannya dan Ryan sang kekasih,hehe..seru mendengar kebahagiaan temanku itu, iya juga menceritakan masakan apa saja yang berhasil dia buat dengan pacarnya itu, satu hal yang terpikir saat itu, aku ketinggalan salah langkah dibelakang dengan Bila, karena keandalannya dalam memasak, beda denganku yang lebih sering jadi penikmat bukan pembuat.
Akhirnya kami makan bersama, kecuali Thoem, karena ia tak suka dengan makanan pasta itu, “aneh rasanya, gua lebih milih indomie atau kwetiaw deh dari pada makan kaya gituan, caca pernah buatin buat gua,ga enak” ujar thoem. Kami hanya tertawa dan melanjutkan makan, sepertinya aku yang paling lahap, bukan karena lapar, sebenarnya sore kami sudah makan, tapi karena itu makanan yang aku suka sekaligus mengingatkan aku dengan rumah, dimana biasanya aku memasaknya bersama finna,adikku satu-satunya.
Baru saja kami selesai makan, tak lama kemudian, Inyong, Mei dan Yenni pulang, akhirnya lengkaplah sudah sevensister berkumpul, dan sudah bisa diterka, kalau kami sudah berkumpul, jangan harap quiz besok masih terlintas dalam pikiran kami, kehebohan dimulai, saat itu, rasanya aku berbubah menjadi devil “ temen-temen belajar mankeu nya besok ja ya, kita cerita-cerita dah lama, besok kan masuk jam 1an, jadi masih ada waktu”. Tanpa pikir panjang, semua teman-temanku menjawab “ya, santai aja”.
Cerita pun dimulai, sasaran utama obrolan kami malam ini adalah mei, wanita berjilbab cantik ini, sungguh membuat kami bingung dengan cerita cintanya, entah mengapa ada remaja cantik yang hidup di kota besar tapi bisa betah menyandang status jomblonya hampir 20tahun, alias belum pernah pacaran,bukan tidak laku, tapi sifat pemilihnyalah yang mengalahkan segalanya,saat ini saja, ada seorang lelaki asal sulawesi yang kuliah di yogya menyatakan suka padanya, aku menemui lelaki tersebut saat kami berlibur ke yogyakarta tahun lalu. sang presiden Nana, memulai interogasinya, setelah lama mengorek cerita darinya, ternyata Mei menyukai seorang lelaki asal kampung halamannya di kalimantan, yang tidak jelas kesungguhannya. Kami sepakat memberi nasehat untuk tidak berharap pada hal yang tak pasti, aku tahu mei menerima hal tersebut dengan perasaan ragu, perasaan tak bisa dibohongi sobat, itulah inti masalah yang aku tangkap dari mei, kami bisa saja memaksakan dirinya untuk bersama seseorang yang kami pilih untuknya, tapi kami tak akan bisa mengendalikan hati seseorang untuk bisa bersama dengan orang yang kami mau.
Tak ada yang bisa diungkapkan dari bibir Mei, aku merasakan bahwa dia sendiri bingung harus berkomentar apa, dirasa belum menemukan penyelesaian, perhatian kami beralih ke orang yang berada tepat disamping kanan mei, siapa dia?seorang gadis dari bogor yang bila bertingkah tak pernah berpikir dahulu, iya seakan menangkap rangsangan melalui saraf sensoriknya lalu diteruskan ke sumsum tulang belakang, sehingga menghasilkan respons yang refleks. Dialah seseorang yang selalu siap siaga untuk menjadi pemimpin kami bila kami akan melaksanakan perjalanan, atau bersenang-senang menghabiskan uang. Sosok yang Lucu dan menyenangkan.
Kami mulai penasaran dengan apa yang terjadi dalam dirinya saat ini, terlebih belakangan ini kami sering melihat ia sedih dan muram. Rasa penasaran kami tak tertahan. Kami bersorak riuh memaksa padanya untuk mulai bercerita. Ia mulai bercerita, banyak hal yang dia ungkapkan, aku tertegun melihat dan mendengarnya, aku terbawa emosi dalam hati mendengar ia bercerita, aku bisa melihat dalam hatinya terpendam rasa perih, ia mengatakan baik-baik saja dengan apa yang terjadi padanya saat ini, tapi sinar mata dan raut wajah yang ia tampakkan dihadapan kami tak dapat membohongi nuraninya. Masalah cintanya, masalah keluarganya, pasti membuat ia terbebani, tapi bukan seorang president kami kalau tidak bisa menutupi hal itu, ia selalu ceria dengan apapun keadaan yang ia alami, itu salah satu hal yang aku kagumi darinya. Ini bisa menjadi penampung segala keluhan dari teman-teman padahal ia sendiri menampung bebannya. Aku tak bisa menceritakan apa yang ia rasa secara gamblang. Tapi ikut merasakannya.
Cerita kami lanjutkan pada orang yang berada disamping kanan nana, Inyong cewek asal brebes ini lucu bila ia mulai berbicara dengan logat brebesnya, masih terasa,kehebohan lagi-lagi kami munculkan, thoem begitu bersemangat untuk mencari tahu apa yang terjadi padanya saat ini. Memang mereka berdua kadang seperti kucing dan anjing, tapi tetap kompak pada hal-hal tertentu, pembicaraan mulai melenceng, malu untuk aku publish dan ceritakan pada orang-orang, tapi kadang beginilah obrolan kami, entah apa yang memulainya terjadi begitu saja.
Cerita terus berlanjut, Bila, sepertinya sedang tak menghadapi masalah yang complicated saat ini, dalam hal cinta mungkin semuanya sedang terasa indah untuk ia jalani, dilanjut Yenni yang aneh, aku sedikit tak mengerti dan sulit untuk diungkapkan ceritanya, begitu juga thoem yang masih harus berkutat dengan cerita lama yang tak ada habisnya, hingga subjek ceritapun mengarah padaku. Mereka kompak memandangku, aku tak tahu apa yang harus aku ceritakan pada mereka, sepertinya memang tak ada, akhirnya yenni memulai dengan pertanyaan, “ bagaimana dengan orang aceh itu?”, aku bingung untuk menjawab apa, “ semuanya baik-baik aja”, hanya itu inti yang aku ceritakan pada mereka. Aku tak bisa mengungkapkannya secara mendalam padahal aku merasakan rasa ini begitu mendalam. Tapi aku tahu mereka mengerti dengan apa yang aku ungkapkan.
Cerita kami begitu panjang tak sependek apa yang aku ceritakan dalam tulisan ini, tak seringan itu, tapi memberikan arti yang lebih untukku, setidaknya suatu pelajaran untuk aku pahami, bahwa setiap orang memilki ceritanya masing-masing, dengan segala masalah juga segala kebahagiaannya yang mereka dapatkan. Kami hidup bersama saat ini, belajar bersama, makan bersama, bercerita, tertawa, tapi tetap memilki kehidupan yang berbeda untuk dijalani. Dengan kapasitas masing-masing yang kami miliki, tuhan menentukan jalan yang berbeda untuk langkah yang sama, aku dan teman-teman hanya bisa berusaha dan berharap bisa melakukan segalanya sebaik mungkin.

Senin, 14 Maret 2011

Happy and sorrow

Kadang kita merasa berada di suatu suasana yang membingungkan hati dan pikiran kita sendiri, yaitu dimana rasa senang dan sedih bergabung dalam satu waktu. Aku merasakan itu saat ini, ada hal yang membuat aku merasa senang menjalani hidup ini, bahkan membuat aku berharap akan hidup selamanya di dunia yang fana ini, tapi disamping itu, ada juga perasaan sedih yang membuat aku berpikir jenuh untuk melanjutkan hidup ini, bahkan jika tuhan mengambilku besok, itu tidak apa-apa. Sungguh aneh, tapi itulah kuasa sang ilahi, ia tidak memberikanmu kebahagiaan yang akan membuatmu khilaf, tapi ia juga tidak mau memberikan hambanya kesedihan teramat mendalam, oleh karena itu maka ia ciptakan kebahagiaan.
Aku ingin bahagia, itu hal yang selalu menjadi dambaan setiap manusia yang bernyawa dan berpikir. Tapi bagaimana cara mengukur kebahagiaan itu, seberapa bahagiakah kita saat ini, dan seberapa sedihkah kita sekarang? Sesungguhnya jawaban itu sulit itu disamakan jawabannya antar individu dengan individu yang lainnya.
Aku hanya berharap, ya allah angkatlah aku dari setiap kesusahan yang aku alami saat ini, jangan biarkan ini terus merusak hari-hariku, aku pantas bahagia, aku pantas merasakan anugerah yang engkau berikan padaku, sebagaimana individu yang lainnya. Aku selalu berikhtiar, maka dari setiap ikhtiarku berikanlah hasil sesuai dengan apa yang aku harapkan, jangan buat aku merasa takut dengan cobaan yang engkau berikan kepadaku, kuatkanlah hatiku, yakinkanlah langkahku.
Saat kesedihan itu datang, kadang aku merasakan kekecewaan yang mendalam, ya rabb apalagi yang harus aku lakukan untuk keluar dari masalah ini. Kita merasa seperti bertemu dengan jalan buntu, yang tidak tahu arah, tidak tahu harus kemana lagi, mencoba bertahan dengan keadaan yang ada, padahal sebenarnya sudah tidak ada daya apapun yang bisa dipertahankan. Saat seperti itu, kita begitu merasa sulit, bahkan bisa saja membuat kita marah pada sang ilahi, dan bertanya, bukankah engkau tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambamu, ya rabb aku tidak kuat dengan cobaan ini, tapi mengapa cobaan ini masih harus aku jalani bahkan dalam waktu yang panjang, aku harus bagaimana lagi, kalau memang cobaan ini darimu untukku, maka aku mohon berikanlah jalan keluar dari cobaan ini darimu untukku pula. Seperti itulah yang pernah aku rasakan atas suatu hal yang bernama sedih, susah, sulit hingga membuatku bingung untuk menjalani hidup, tak kenal dengan semangat, bahkan rasa syukur atas hidup.
Tapi disisi lain, kita tidak bisa memungkiri, bahwa sang ilahi tidak selalu membebankan kita atas kesedihan, ia menyisipkan rasa bahagia dalam sedih itu, begitu juga yang aku rasakan, banyak anugerah yang aku dapatkan, yang tak boleh aku pungkiri bahwa aku harus bersyukur atas itu, ia seperti embun yang memberikan rasa sejuk dipagi hari saat kita merasa kering, seperti mentari yang memberi kehangatan di waktu duha saat kita merasa dingin, lebih dari itu..semua berubah menjadi indah. Disaat bahagia itu, yang kupikirkan hanya, ya rabb jangan ambil bahagia ini dariku, jangan biarkan ia hilang dari kehidupanku, biarkan aku terus memilikinya dan merasakannya.
Manusia, iya...aku hanya manusia yang tak bisa terlepas dari sifat manusiawinya sendiri, aku ingin kesedihan pergi secepat mungkin dari kehidupanku dan aku ingin bahagiaku tetap bertahan dalam kehidupanku selama mungkin. Aku tak bisa menghindari perasaan itu, aku benar-benar hanya manusia, maafkan bila semua itu salah dalam pandanganMu ya rabb..tapi aku harus bagaimana lagi, aku merasa lelah dengan sulit yang aku hadapi ini, aku seperti tidak tau lagi harus apa dan bagaimana aku menyelesaikannya. Rasa ini sulit ku pahami, sangat sulit. Tolonglah aku ya allah, jangan biarkan aku larut dalam sulit yang akhirnya akan menghancurkan banyak hal yang seharusnya bisa aku jalani dan bisa aku dapatkan. Dan buatlah aku untuk selalu bersyukur atas bahagia yang engkau ciptakan dalam hidupku.
Happy n sorrow ini semoga bisa aku sikapi secara bijak, walaupun aku begitu merasakan, bahwa aku benar-benar manusia biasa yang tak luput dari khilaf yang menemani setiap langkahku, tapi jangan lepaskan aku dari pegangan tanganMu ya rabb...ya allah...amin.

Voice from heart when you feel...

Sekian lama waktu berjalan tapi belum aku temukan juga jawabannya, hatiku diliputi kebimbangan, bingung dengan apa yang harus aku lakukan, ya allah...kalau memang ini yang harus aku jalani, maka kuatkanlah aku, karena sesungguhnya jujur aku sangat takut menghadapi semua ini, bertahun-tahun berlalu aku diliputi rasa takut ini, aku sungguh-sungguh membenci rasa ini, berbagai cara aku beranikah untuk ditempuh, tapi mengapa belum memberikan hasil, kadang aku merasa lelah dengan semua ini, kadang aku berharap bahwa hidupku ini hanya sebuah ilusi yang sebenarnya tidak ada, lalu suatu saat nanti aku akan menyadari bahwa sebenarnya semua ini tidak pernah terjadi, seperti seseorang yang terbangun dari mimpi buruknya.
Aku tahu semua hal sulit ini tidak sepenuhnya engkau jadikan sulit untukku, banyak hal indah yang harus aku syukuri karena aku bisa mendapatkannya, engkau buat aku bangga dengan apa yang engkau karuniakan untukku, dan sering kali engkau membuatku senang saat gelap menemani jejak langkahku.
Dia,,dia yang aku maksud, entah mengapa ini benar-benar magic, seperti dongeng atau cerita fiktif sebuah sinetron,dia datang layaknya bulan yang bersinar di kala malam yang kelam datang. Dan kini aku merasakan rasa takut yang luar biasa, aku ingin dia tahu bahwa dia adalah sesuatu yang amat berarti buat hidupku, dia mampu membuat segala yang ku rasakan sulit menjadi sedikit lebih mudah untuk dijalani...dan aku takut kehilangan kekuatan itu, aku takut dia tiba-tiba pergi, aku ingin dia yang selalu ada menemani aku disaat apapun yang aku hadapi. Berjuta alasan dapat aku ungkapkan untuk menunjukkan betapa berharganya kehadiran dia dalam hidupku, dan aku berharap, suatu saat aku bisa bertemu dengannya secara nyata terjadi dimana aku hadir bersama kebahagiaanku yang sesungguhnya, karena aku ingin menjalani kebahagiaan hanya bersamanya dengan keadaanku yang sebaik-baiknya.
Ya allah, izinkanlah dia untuk tetap menjadi bulan yang selamanya bersinar hanya untuk menerangi bumi, dan aku ingin menjadi bumi itu,sungguh aku menyayanginya dengan berbagai alasan baik dari pada itu. Dia sudah menjadi bagian dari nyawa yang ikut mempertahankan hidupku, apa hal seperti ini salah, aku harap tidak ada yang salah dengan ini, karena rasa ini sangat istimewa, terlalu mahal rasanya untuk ditukar dengan apapun. Rasa ini seperti bom yang telah lama menanti untuk membludak, funny but it’s real.
Meski aku belum berani menyatakan bahwa hal ini adalah cinta, tapi biarlah waktu yang mengartikan itu, hingga suatu saat akan aku yakini sendiri apa sebenarnya rasa ini. Yang aku tahu saat ini, hanya dia telah membuat aku lebih berarti, dia telah membuat aku mampu untuk menghadapi semua ini, dia telah membuat aku bangga dibalik segala hal yang aku anggap telah hilang dalam hidupku, dia yang membuat aku berani untuk bercerita tentang apa yang aku rasakan , dia yang selalu membuat bahwa aku merasa layak untuk mendapatkan hal-hal baik di dunia ini.semua itu dapat aku rasakan dari suara yang terdengar oleh hatiku ketika aku merasakannya. That voice from heart when you feel...

No Hoping

Aku merasa jadi takut untuk berharap, karena telah sekian kali harapan itu punah. Saat inipun aku merasakan itu. Mengapa semuanya tak pernah semulus apa yang aku harapkan, aku harus apa lagi untuk menanggapi semua ini. Dia yang selalu aku harapkan ada, tapi tak berbalas, sungguh sakit, kita seperti tak tahu apalagi yang harus diperbuat, takut kalau terus berharap, maka akan semakin terluka, kalaupun direlakan rasanya amat sulit, sangat tidak mengharapkan itu terjadi. Apa?apa lagi yang bisa kuperbuat, aku selalu mengalah untuk mendapatkan ini, tapi belum ada kepastian atas segala upaya yang aku lakukan.
Dalam pikiranku, aku akan melakukan apapun yang terbaik untuknya, akan aku tempuh semua, tapi bagaimana aku bisa memulai semua itu apabila tak teryakinkan, sampai kapan keadaannya seperti ini, sebenarnya dia menganggap aku ini apa?

Ya Allah, Yakinkanlah Hatiku

Ya allah...aku tak mengerti jalan hidupku seperti apa, dan akan dibawa kemana, tapi ada suatu kekuatan dalam hatiku yaitu rasa percaya bahwa allah akan selalu mengulurkan tangannya untuk menolongku, kan selalu ada untukku disaat aku senang dan rapuh, dia takkan meninggalkanku dalam keadaan apapun, itu aku yakini pasti.
Aku berharap engkau selalu menitipkan rasa itu dalam hatiku ya allah, jangan lepaskan aku, karena itulah yang membuat aku bersemangat untuk menjalani segalanya. Aku ingat, disaat aku sendiri dan merasa tidak ada orang yang memperhatikanku, tidak ada yang peduli dengan keadaanku, sungguh merasa sendiri dan tak berguna, tiba-tiba saja engkau memberikan keajaiban dalam hidupku, kedua orangtuaku menelpon, menyatakan rasa kerinduan dan rasa sayangnya padaku, subhanallah, itu tak ternilai, sungguh seperti barang berharga dimana kita tak ada hati untuk melepasnya berapapun orang menawar dengan harga yang tinggi.
Engkau membuat aku masih mampu berdiri, padahal kakiku seperti sudah tidak sanggup untuk menopang tubuh ini. Engkau membuat aku merasa mampu untuk hidup beribu-ribu tahun lagi padahal aku tak punya alasan lagi untuk bertahan.
Aku akan jalani semua yang engkau anugerahkan kepadaku, aku akan mencoba untuk mensyukuri apa yang aku miliki dan aku dapatkan.
Satu hal yang aku pelajari dalam hidup ini, dimana kalau kita merasa ikhlas dengan apa yang kita dapatkan dan apa yang tidak kita dapatkan, maka allah akan menambah nikmat atas hidup ini. Jangan pernah takut, karena allah tak akan menyia-nyiakan hidupmu.

AKU HANYA MANUSIA..


Kalau manusia itu memang tempatnya dosa dan kesalahan, sepertinya itu benar, kadang kala kita merasa apa yang kita lakukan itu adalah hal yang paling benar, tapi harusnya kita sadari bahwa kita tidak sendiri, tapi ada orang2 yang ada disekeliling kita yang akan mendapatkan dampak dari apa yang kita lakukan.
Aku mengalaminya, aku tak menyadari apa yang aku perbuat mungkin telah banyak membuat orang lain kecewa, sedih, marah, tersinggung, atau terendahkan. Aku tidak menyadari hal tersebut, aku merasa apa yang aku lakukan sudah wajar, padahal belum tentu, mungkin yang berhak menentukan apa yang kita perbuat itu wajar atau tidak bukanlah diri kita sendiri, tetapi orang2 disekeliling kita, mereka yang ikut merasakan dampak dari apa yang telah kita lakukan.
Suatu saat mungkin kita akan merasa sedih, ketika orang terdekat kita memberikan penilaian terhadap diri kita, karena mungkin saja itu jauh lebih buruk dari apa yang kita perkirakan, aku merasakan itu, seharusnya ini tidak membuat aku bersedih, tapi bersyukur, karena telah mendapatkan petunjuk untuk berbuat jauh lebih baik dari sebelumnya, sungguh aku merasakan rasa syukur itu, aku bersedih bukan karena mereka memberikan penilaian yang jelek tentang diriku, tapi aku bersedih karena aku berpikir, mengapa aku bisa melakukan hal itu, hal yang memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berpandangan jelek terhadapku, aku mempertanyakan mengapa aku seperti itu.
Setelah itu, aku berharap, ya rabb bukakan hatiku, jangan sampai aku merasa tinggi hati dengan kelebihan yang engkau berikan,jangan biarkan aku jadi hamba yang jauh dari rasa syukur, jangan tutup nuraniku apabila aku melihat ada orang yang memerlukan pertolonganku,  jagalah lisanku, langkahku,perilakuku. Selalu tuntunlah aku dalam setiap jejak yang aku tapaki dalam menjalani hidup ini, jangan lepaskan peganganmu dari padaku ya rabb.
Terimakasih atas pelajaran yang aku dapat. Mudah2an semua dapat lebih baik lagi.
Bismillah...